Mengusir Bala’, Menepis Kekalutan


Mengusir Bala’, Menepis Kekalutan

Penulis: Prof. DR. Sayid Muhammad Al-Maliki

Pada edisi lalu telah kami hadirkan do’a-do’a pemecah masalah dan kiat para salaf shalih menghilangkan kegelisahan hati, takut, gelisah dan rasa cemas. Dan pada edisi kali ini kami suguhkan do’a-do’a untuk menghidar dari bala’, coba’an dan kesusahan – yang merupakan kelanjutan dari edisi lalu.

Do’a ketika ditimpa masalah, kesusahan dan coba’an.

Dari Ibnu Abbas radiallahu ‘anhu, di berkata: suatu saat Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua sisi daun pintu, sedangkan kami berada dalam rumah. Kemudian Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Wahai Bani Abdul Muthalib, jika suatu masalah, kesusahan dan coba’an menimpa kalian, maka bacalah:

الله الله رَبَّنَا لاَ نُشْرِكُ بِهِ شَيْئَا.

“Allah, Allah, wahai Tuhan kami, kami tidak menyekutukan Engkau dengan sesuatu apapun. (HR. Thabrani dari kitab al-Ausath wa al-Kabir).

Riwayat lain menyebutkan, bahwa ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada sekelompok orang dari Bani Hasyim: “Apakah di antara kalian ada orang lain yang ikut bersamamu?”. Mereka menjawab: “Tidak. Kecuali anak saudara perempuan kami (keponakan), (perawi mengatakan) atau anak perempuan Tuan kami. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda: “Apabila di antar kalian ditimpa kegelisahan atau coba’an, maka berdoalah:

الله الله ربي لا أشرك به شيئا

“Allah, Allah, wahai Tuhanku, kami tidak menyekutukan Engkau dengan sesuatu apapun. (HR. Thabrani dari kitab al-Ausath wa al-Kabir).

Diriwayatkan dari Asma’ binti ‘Umais radhiallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidakkah aku telah mengajari kalian kalimat-kalimat yang dibaca ketika mendapatkan masalah, yang berbunyi:

الله الله ربي لا أشرك به شيئا

“Allah, Allah, wahai Tuhanku, kami tidak menyekutukan Engkau dengan sesuatu apapun.” (HR. Abu Dawud).

Do’a Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditimpa suatu masalah.

Dalam musnad al-Firdaus ada riwayat dari Ja’far bin Muhammad al-Shadiq. Dia berkata: Ayahku telah meriwayatkan hadis kepadaku dari kakekku (Nabi Muhammad), bahwasannya bila Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam ditimpa suatu masalah, beliau berdo’a seperti ini:

اللهم احرسني بعينك التي لا تنام، واكنفني بكنفك الذي لا يرام وارحمني بقدرتك علي فلا أهلك وأنت رجائي، فكم من نعمة أنعمت بها علي قلّ لك بها شكري، وكم من بلية ابتليتني بها قلّ بها صبري، فيا من قلّ عند نعمته شكري فلم يحرمني. ويا من قلّ عند بليته صبري فلم يخذلني، ويا من رآني على الخطايا فلم يفضحني، ياذا المعروف الذي لا ينقضي أبدا،وياذا النعمة التي لا تحصى عددا، أسألك أن تصلي على محمد وعلى آل محمد وبك أدرأ في نحور الأعداء والجبارين، اللهم أعنّي على ديني بالدنيا وعلى آخرتي بالتقوى، واحفظني فيما غبت عنه ولا تكلني إلى نفسي فيما حظرته علي يا من لاتضره الذنوب ولا ينقصه العفو، هب لي ما لا ينقصك واغفرلي ما يضرك أنك أنت الوهاب، أسألك فرجا قريبا وصبرا جميلا ورزقا واسعا والعافية من البلايا وشكر العافية.

“Ya Allah, jagalah aku dengan Mata Engkau yang tak pernah tidur, peliharalah aku dengan naungan Engkau yang tak dikehendaki. Belas kasihanilah aku, dengan takdirMu padaku maka aku tidak meninggal dan Engkau adalah pengharapanku. Betapa banyak nikmat yang Engkau berikan padaku tapi, syukurku kepada-Mu sangatlah sedikit. Betapa banyak coba’an yang Engkau timpakan kepadku, tapi sabarku sangatlah sedikit. Duhai Dzat… ketika memberi nikmat, rasa terimakasihku sedikit, tapi Dia tidak memutus nikmatku. Duhai Dzat…ketika menurunkan coba’an, sabarku sangatlah sedikit, tapi Dia tidak menelantarkanku. Wahai Dzat yang melihat kesalahan-kesalahan ku, tapi Engkau tidak membuka aibku, Wahai Dzat yang memiliki pengetahuan Yang tidak berkurang selama-lamanya, Wahai Dzat Yang memiliki nikmat yang tak terhitung banyaknya, aku memohon kepada Engkau untuk mencurahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga beliau. Berkat bantuanMu aku dapat menolak serangan musuh dan orang-orang jahat. Ya Allah, Jagalah aku dari hal-hal yang tidak aku ketahui, janganlah engkau wakilkan diriku terhadap apa yang telah engkau beri. Wahai Dzat yang tidak akan tertimpa bahaya gara-gara dosa (manusia) dan tidak berkurang (sedikit pun) dikarenakan memberi ampunan, berilah aku sesuatu yang tidak mengurangi engkau dan ampunilah aku terhadap dosa yang tidak akan membahayakanmu.Sesungguhnya engkau Maha Pmemberi. Aku memohon kepada-Mu jalan keluar yang cepat, kesabaran yang baik, rizki yang luas, pertolongan dari bencana dan syukur terhadap pertolongan.

Dalam riwayat lain :

وَأَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى اْلعَافِيَةِ وَأَسْأَلُكَ اْلغِنَى عَنِ النَّاسِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ

diambil dari mafahim-online.net

Penulis: nurululum

kami adalah sebuah lembaga terpadu yang terdiri dari Pondok Pesantren, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah yang berada di kota Malang tepatnya di Jl. Aipda Satsui Tubun 17 Rt. 02/03 Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun Kota Malang 65149. Phone: (0341) 835281-803254. website: www.nurululum.sch.id email: nurul_ulum1967@yahoo.co.id. Bila anda ingin berbagi kebahagiaan silahkan menghubungi alamat di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s